Diary Si Calon Guru

Your Tagline

  • 22nd April
    2012
  • 22

I’ll completely happy

Tak ada seorangpun yang ingin dilahirkan dalam kondisi tidak sempurna. Demikian juga aku. Aku sempurna secara fisik, walaupun hampir tidak pernah ada yang mengatakan wajahmu cantik, hidungmu mancung, kulitmu putih, matamu bagus, atau bibirmu seksi. Setidaknya hingga hari ini, walaupun secara kualitatif jauh dari penilaian publik yang bagus, secara kuantitatif, mataku masih dua, pun begitu dengan kaki dan tanganku. Jumlahnya masih lengkap. Aku juga tak pernah diriwayatkan memiliki penyakit kronis yang berarti. Cuma tipes, terakhir kambuhpun kalau tidak salah ingat saat aku masih kelas empat SD. Hingga saat ini, aku adalah gadis lincah yang jarang sakit bahkan punya prestasi lari-lari muter alun-alun kotaku dengan cukup gemilang. Hehe.

Lalu?

Pernahkah kau berfikir rasanya lahir di keluarga yang unik? Maksudku, mungkin kurang sempurna. Di usiaku yang sekarang aku seakan terbebani oleh dosa-dosa masa lalu. Ya, orang bilang aku ini anak haram. Ibuku keburu mengandungku duluan sebelum menikah dengan ayahku. Padahal, saat itu ayahku telah beristri bahkan memiliki 3 orang anak yang saat itu masih kecil- kecil. Ibuku pun begitu. Telah punya seorang anak laki-laki. Mas ku, satu-satunya saudara yang satu rahim denganku. Lemas membayangkan, dahulu ayah terpaksa meninggalkan istri pertamanya untuk memberikan pertanggungjawaban sebagai laki-laki pada ibuku. Aku terpaksa mengetahui cerita ini saat sudah kelas 1 SMA. Itupun budhe yang bercerita. Lalu apa masalahnya?

Waktu berlalu telah demikian lama. Air mataku pun telah kering. Tak bisa lagi menetes cengeng hanya untuk berpikir hal yang remeh temeh begitu. Tapi, bolehkah beralasan kalau aku ini perempuan yang berhak menangis kapanpun?

Kemarin bapak nelpon, aku disuruh pulang bawa motor. Pas kutanya buat apa, katanya buat nyari utangan di Koperasi. Masukin BPKB, Motornya harus dilihat sebagai tanda bukti. Spontan aku kemaren malah maki-maki, eh, ya ngomel sedikitlah di telpon. Tak habis pikir, kenapa bapak mesti hutang-hutang lagi begitu. Ndak pernah bisa hidup bebas lepas tanpa hutang. Dan ternyata kebiasaan itu terpaksa kuwarisi! Habis gimana lagi, jatah bulanan bapak hadirnya jarang-jarang, buat bertahan hidup aku terpaksa melakukan alternatif apapun asal halal. Akhirnya hari ini, masku ke Solo buat ngambil motor satu-satunya. Dicicilnya aja selama 6 taun. Hahaha!

Dan yang terjadi padaku kemudian cuma satu, iya, menulis… meluapkan apa yang kurasakan saat ini. Menjemput dari terminal, kemudian kuajak masku itu makan di SS depan kampus. Kutatap wajah yang sangat bersahaja itu. Dan aku makin sesak saja rasanya. Makin berharap, cepatlah lulus kau ini Lis. Aku pengen cepat kaya. Cepat ngasih uang ke bapak, ibu, masku.. biar hidup mereka tenang. Setidaknya punya modal buat modal usaha. Tapi jangankan bisa ngasih. Ngurus hidupku di Solo saja aku kewalahan. Kepala pusing mikir besok bisa makan atau enggak. Bahkan uang pangkal kuliahku yang 4 juta dulu, belum juga aku lunasi. Iya, aku minjem duit ke kakak kelasku, mbak Azizah namanya.

Bapak..Ibu.

Doakan aku kuat bertahan hingga lulus. Doakan saya sehat terus. Bapak Ibu juga sehat terus ya, sampai kutunaikan mimpiku untuk membawa kalian ke tanah suci. Tanahnya para shohabat. Bapak Ibu.. Hanya doamu yang kupinta, karena tiap pulang ke rumah, ketika teman-temanku pulang untuk mengambil jatah bulanan, aku pasti kembali ke tanah perantauan hanya dengan sebakul nasi dan lauk yang kau masak pagi-pagi sekali. Katamu, Bu. Biar aku bisa makan gratis sampai besok paginya.

Ya Allah.. sayangi orang-orang yang menyayangiku. Aku boleh menangis kan? Sebentar saja. Lima menit lagi, akan kuhapus air mataku dan mulai berlari lagi untuk menulis, untuk mengajar, untuk belajar, untuk sok-sokan berfikir tentang masyarakat, dan bangsa Indonesia yang lebih baik dan bermartabat. Terimakasih, telah memberikan sepuluh menit untuk berlunak pada diri yang lemah ini.  

  • 15th April
    2012
  • 15

Happy Birthday, Dear Sweetheart

As time goes by, I almost can’t find out your badness on this sweet journey. By anymeans, there still and always much bitterness and so does with happiness we go through together in this 3,4 years-relationship but you’ve always succeeded to fix it as well without leaves any pain in our love story. Your way to solve any problems. Your way to make me smile after tears. Your way in telling story. Your way in telling your dreams. Your way to make me looks so worthy towards my first meeting with your papa and mama. Your way to explain your life proposal. Your way in conviencing me that we would get married as we plan since first day we got in relationship (Ya. You are different from many man. Thet might not promise for forever. They just said that will give the very best they can) Your way to make me much better in anything : my study, my progressive opportunity, my performance, my appearance, my attitude. Your way in getting along with my family. Your way in accepting my faults and give me a very widest field to evaluate my previous silly thougt and you give your hands again to take me out from my worst suffer. “Get ready to stand more bravely, Dear”, you say that that always be a rainbow comes after rain. And I do believe to.

Some people may say that You and I are not match each other. They may say that you are too elder. Or they may say that you should get better lady than me. But I always take turn to my gotspot that you are the right man, since our first testimony in Friendster, now till Jannah, InsyaAllah. I often hurt your feeling with my kids-thought, with my doubt to you, with my lie, with my illogical reason towards some problems, but once again. You as always, accepting my faults with no regret. Maybe you think that it would not be long time. Because a minute later I will be back to your hugs for finding best place to live with.

Today may three days to go to your 31 years old. By anymeans, that have been 1 years passed since we plan to get married on your 30 years old. Ha, that would be beautiful and painful in one time, when I realized that the reason from this plan failure is because my study hasn’t finished yet. I do sorry for that, and once again thanks for your faith in waiting me. Apparently with your believe that I would become best student in my Department, I would finished my study in exact time, I would be your best wife, I would be the your best life manager, best mother for our superjunior. Thanks, once again.

You know, I’ve be best student in my faculty. I promise you. I will meet my graduation on March 2013 Maximal. I will always run to pursue my dreams as best as I can do. I will be your sweet lady life. I also will make our dreams happen. The nicest thing everyday are when I imagine our free library for them, our free school scholar for them, who are forced to be marginal by this evil-world.

Hello, Dear. I wish you are very well now. I wish even we still be separated by distances, we still see the same moon, that means that actually we are very close tonight.

Finally, S.H.M.I.L.Y. I hope I will never hurt you anymore.

Let the song “If I never know you” by Shanice play loudly from this laptop, as my heart say miss you again and again.

I am sure I will never regret of deciding to be in this relationship.

  • 17th March
    2012
  • 17
Sebuah lilin tak akan habis dengan memberikan nyala pada seribu lilin yang lain. Lihatlah kuncup nyala yang semakin semerbak syahdu, membuka jalan semakin terang dan ramah untuk dilalui. Jangan pernah ragu untuk berbagi.
Happy Sunday, Tumblrs :)
#Perspektif baru berbagi :)
  • 12th February
    2012
  • 12

Mami Pernah Bercerita Padaku (Roseno Hendratmojo)

Jika kamu memancing ikan….

Setelah ikan itu terlekat di mata kail, hendaklah kamu mengambil ikan itu….

Janganlah sesekali kamu lepaskan ia semula ke dalam air begitu saja….

Karena ia akan sakit oleh karena bisanya ketajaman mata kailmu dan mungkin ia akan menderita selagi  ia masih hidup.

Begitulah juga setelah kamu memberi banyak pengharapan kepada seseorang…

Setelah ia mulai menyayangimu hendaklah kamu menjaga hatinya….

Janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu saja….

Karena dia akan terluka oleh kenangan bersamamu dan mungkin tidak dapat melupakan segalanya selagi dia mengingatmu….

Jika kamu menadah air biarlah berpada, jangan terlalu mengharap pada takungannya dan janganlah

menganggap ia begitu teguh…. cukuplah sekadar keperluanmu….

Apabila sekali ia retak…. tentu sukar untuk kamu menambalnya semula…. Akhirnya ia dibuang ….

Sedangkan jika kamu coba membaikinya mungkin ia masih dapat dipergunakan lagi….

Begitu juga jika kamu memiliki seseorang, terimalah seadanya….

Janganlah kamu terlalu mengaguminya dan janganlah kamu menganggapnya begitu istimewa….

Anggaplah dia manusia biasa.

Apabila sekali dia melakukan kesilapan bukan mudah bagi kamu untuk menerimanya….

akhirnya kamu kecewa dan meninggalkannya.

Sedangkan jika kamu memaafkannya boleh jadi hubungan kamu akan terus hingga ke akhirnya….

Jika kamu telah memiliki sepinggan nasi…

yang kamu pasti baik untuk dirimu. Mengenyangkan. Berkhasiat.

Mengapa kamu berlengah, coba mencari makanan yang lain..

Terlalu ingin mengejar kelezatan.

Kelak, nasi itu akan basi dan kamu tidak boleh memakannya.

Kamu akan menyesal.

Begitu juga jika kamu telah bertemu dengan seorang insan….. yang kamu pasti membawa kebaikan

kepada dirimu. Menyayangimu. Mengasihimu.

Mengapa kamu berlengah, coba membandingkannya dengan yang lain.

Terlalu mengejar kesempurnaan.

Kelak, kamu akan kehilangannya apabila dia menjadi milik orang lain.

Kamu juga yang akan menyesal.

Cinta dapat membuatmu bahagia tapi sering juga bikin sedih, tapi cinta baru berharga kalau diberikan kepada seseorang yang menghargainya. Jadi jangan terburu-buru dan pilih yang terbaik.

Cinta bukan bagaimana menjadi pasangan yang “sempurna” bagi seseorang. Tapi bagaimana menemukan seseorang yang dapat membantumu menjadi dirimu sendiri.

Jangan pernah bilang “I love you” kalau kamu tidak perduli. Jangan pernah membicarakan perasaan yang tidak pernah ada. Jangan pernah menyentuh hidup seseorang kalau hal itu akan menghancurkan hatinya. Jangan pernah menatap matanya kalau semua yang kamu lakukan hanya berbohong.

Hal paling kejam yang seseorang lakukan kepada orang lain adalah membiarkannya jatuh cinta, sementara kamu tidak berniat untuk menangkapnya…

Cinta bukan “Ini salah kamu”, tapi “Ma’afkan aku”. Bukan “Kamu dimana sih?”, tapi “Aku disini”. Bukan “Gimana sih kamu?”, tapi “Aku ngerti kok”. Bukan “Coba kamu gak kayak gini”, tapi “Aku cinta kamu seperti kamu apa adanya”.

Kompatibilitas yang paling benar bukan diukur berdasarkan berapa lama kalian sudah bersama maupun berapa sering kalian bersama, tapi apakah selama kalian bersama, kalian selalu saling mengisi satu sama lain dan saling membuat hidup yang berkualitas.

Kesedihan dan kerinduan hanya terasa selama yang kamu inginkan dan menyayat sedalam yang kamu ijinkan. Yang berat bukan bagaimana caranya menanggulangi kesedihan dan kerinduan itu, tapi bagaimana belajar darinya.

Caranya jatuh cinta: jatuh tapi jangan terhuyung-huyung, konsisten tapi jangan memaksa, berbagi dan jangan bersikap tidak adil, mengerti dan cobalah untuk tidak banyak menuntut, sedih tapi jangan pernah simpan kesedihan itu.

Memang sakit melihat orang yang kamu cintai sedang berbahagia dengan orang lain tapi lebih sakit lagi kalau orang yang kamu cintai itu tidak berbahagia bersama kamu.

Cinta akan menyakitkan ketika kamu berpisah dengan seseorang lebih menyakitkan apabila kamu dilupakan oleh kekasihMu, tapi cinta akan lebih menyakitkan lagi apabila seseorang yang kamu sayangi tidak tahu apa yang sesungguhnya kamu rasakan.

Yang paling menyedihkan dalam hidup adalah menemukan seseorang dan jatuh cinta, hanya untuk menemukan bahwa dia bukan untuk kamu dan kamu sudah menghabiskan banyak waktu untuk orang yang tidak pernah menghargainya. Kalau dia tidak “worth it” sekarang, dia tidak akan pernah “worth it” setahun lagi ataupun 10 tahun lagi. Biarkan dia pergi…

 

  • 29th January
    2012
  • 29
  • 29th January
    2012
  • 29
aku ingin terus menulis keindahanmu hingga batas tinta. Tapi kuberikan waktu sejenak pada dunia untuk turut mengagumimu juga, biarlah sekejap tertahan bersama rindu senja. Suatu masa, aku masih menduga- duga,
  • 29th January
    2012
  • 29

Mimpi dan Cita

  • Aku : aku suka bermimpi.
  • Bayangan : Aku suka caramu bermimpi.
  • Aku : Tidakkah kau miliki mimpi yang lebih indah dari yang saya punya?
  • Bayangan : Tidak.
  • Aku : Kau takut bermimpi?
  • Bayangan : Bukan takut. Namun tak bisa. Sebab bersamamu, aku tak lagi butuh bermimpi. Aku memilih untuk bercita- cita.
  • Aku : Terimakasih untuk pertemuan hari ini.
  • 29th January
    2012
  • 29
Undefined. barangkali hati- hati yang lain tak ada yang tahu, dan memang tak perlu. Cukup pena, dan desain mimpi- mimpi masa depan saja yang menyempurnakan jiwa, menuju kebahagiaan yang paripurna.
Sajak 30 hari- Kalis Mardiasih
  • 28th January
    2012
  • 28
Seperti nyamuk- nyamuk malam ini, kau masih saja datang mengusik meski hati tak ingin lagi berbisik. Tentang harap dan kerinduan.
Sajak 30 hari- Kalis Mardiasih
  • 15th January
    2012
  • 15
  • 14th January
    2012
  • 14
Tuhanku, aku ingin menagih janjiMu. Walaupun aku hanya paham satu ayat sederhana dariMU, “Berdoalah, niscaya akan kukabulkan”. Demi namaMu yang agung, aku mohon jagalah kehormatan diriku, terima aku dalam kondisiku yang paling hina, dan izinkan aku untuk melanjutkan hidup yang tersisa dalam RidhaMU, dalam sebaik- baik penjagaanMU.
Kalis Mardiasih- Hujan Menangis
  • 11th January
    2012
  • 11

Kisah…

Katanya, cinta adalah bukan mencari pasangan yang sempurna. Namun mencintai orang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna. Demikianlah aku mencoba meresapi maknanya, mencoba pelan- pelan untuk tidak selalu menuntut orang lain menjadi standard “kesempurnaan” di mataku.

Selama ini, orang lain mengenalku sebagai jiwa yang mungkin lemah. Aku hampir tak pernah marah pada orang lain. Sebaliknya, mereka yang marah denganku atau bersikap yang tak layak, biasanya aku yang justru mengiba- iba. Karena aku tak suka permusuhan. Karena aku tau, kondisi yang tidak ideal itu mengganggu sisi bahagia kehidupan. Ya, dan selama ini aku tak ada masalah dengan itu, tak ada masalah jika aku harus menjadi manusia lemah selamanya, yang penting adalah kondisi di sekitarku ideal.

Hai kawan,

sebenarnya aku sedang memikirkan suatu hal yang besar. Dia bernama cita- cita, jalan takdir, ikhtiar, dan cinta, Namun aku tak tau harus memulai darimana. Aku hanyalah gadis kecil sok tau yang belum genap berusia 20 tahun. Lalu, kenapa aku sok- sokan memiliki masalah? tidak, ini bukan masalah, ini urusan hidup yang harus selesai dalam kondisi yang “ideal” pula seharusnya.

Aku ingin bertanya, apakah manusia dapat memprediksi masa depan?

bagaimana proporsi cita- cita, jalan takdir, dan ikhtiar dalam kondisi yang ideal?

Dulu ya, ketika ibuku menikah dengan suami pertamanya, beliau pasti menganggap bahwa ini adalah kondisi yang paling ideal dengan pasangan terbaik yang akan mendampingi sehidup semati. Mereka menikah, ini yang dinamakan ketetapan atau takdir kan? namun kemudian, mereka bercerai. Ini juga takdir atau bukan? Tapi yang jelas, kondisi yang ini tidak ideal.

Nah, itulah yang sedang aku fikirkan.

  • 10th January
    2012
  • 10
tiba saatnya aku harus mencoba menertawakan kegagalan, untuk membuktikan sebatas itulah ketangguhan hati.
Kalis Mardiasih- nilai konyol
  • 8th January
    2012
  • 08

episode tanda tanya

Hallo tumblers, lama tak menjamahmu. aku sedang menjalani babak baru. Judulnya, episode tanda tanya. tunggu ya, aku sedang mencari titik agar bisa lebih banyak berbagi denganmu.

  • 30th December
    2011
  • 30

Kututup Tahun ini dengan tangis dan senyuman :)

Setahun ini, aku bukannya tak bahagia.

terimakasih bapak, ibu, mas udin, mbak nurul, embah.

hai, terimakasih untuk semua keluarga baruku ya! anak- anakku di Studi Ilmiah Mahasiswa yang senyumnya menguatkanku (mila, Shelly, Bachtiar, Rony, Ridha, Bima, Adi, Rachmad) mami sayang kalian.

Cerita indah bersama kalian : Mba Angga, Bulek Mega, Mas Dito, Ms tatang, Kakak muchlis dan Kakak Canggih, Paklik Tri, Kadiv Rizkina, Fafa, dan seluruh keluarga besar bahagia di SIM UNS, terimakasih masih mewariskan keluarga kecil ini pada kami.

Keluarga baru di Indonesian Model United Nations : Hakam, aku harap kita bisa berjumpa lagi.

Keluargaku yang tersebar di barat dan timur : Septian, Anik, Mami firstya, Angga, Bang Nug, Ghufron, Mirza, ah, Keilmiahan memang tak kan pernah mati.

Keluargaku di Blora : mas Pram, yu Sita ( beserta mas anif).

keluargaku di UI : Titi, Wuri, Anda, Aliyul, ah. UI dan Depok selalu indah buatku.

Keluarga- keluarga baru dari Cisarua : Kak Trio, Kak Tyas, Autad, Ikhwan, Kak Maula.

yang sabar dengerin saya curhat : bang Ridwan.

Adik- adikku yang sedang berjuang : suyatno, tiar, bonita, rudi, ipul, lia.

tak lengkap juga tanpa menyebut kalian : mia, melina, penny, yeni.

Keluarga di kelas A : Dila, Ayuk, Geng waiting on trains semua, I love u guys. Special untuk chandra : kamu harus diet!

kakak paling keren : mas puput, cepet lulus ya. kak Azmy, Kak Iqbal. (ngaku- ngaku dah gue haha). bang latho, Kuncoro.

terimakasih kosan, bu darmo, gedung E, UI, UNAIR, UB, UNDIP, semuanya… semuanya.. terimakasih HmI, terimakasih.. keluarga besar Partai Bersama, canda dan semangat kalian memancarkan harapan akan sebuah perubahan,

untuk himparisba, maaf baru sebentar mampir . tapi aku kangen selalu : mas aan, mas wan, afnan, mbak ziz, mba arie, dik tyas, Muj antum jahat amat.

selamat jalan mas Imam, tetap tersenyum di sisi Allah ya :)

terimakasih bahagia.